Halo sobat! Gimana weekend kalian di hari minggu ini?? Udah sms pacar buat
malmingan? atau masih belum lantaran baterai Smartphone kamu lagi drop?? tenang sob.. kamu mungkin harus ganti pola "nge-charge" kamu nih.. supaya baterai awet dan ga cepet "nge-drop". Hari ini aku bakal ngeshare cara "nge-charge" smartphone yang benar.. Smartphone bisa dipakai untuk banyak hal, mulai dari mengecek e-mail, membaca berita, memotret, berinteraksi di media sosial, dan juga main game. Sayangnya, karena terlalu banyak fungsi yang berjalan dalam satu periode tersebut, baterai jadi sering terkuras. Rata-rata smartphone sekarang punya waktu pakai 4-5 jam jika digunakan secara terus. Tentunya waktu tersebut tidak cukup untuk menemani aktivitas penggunanya seharian. Berikut beberapa tips meng-charge smartphone yang baik dan benar agar baterai bisa berumur panjang dan tidak mudah terkuras.
Jangan dibiarkan habis total
Banyak yang mengatakan agar baterai smartphone sebaiknya dibiarkan habis terlebih dahulu sebelum di-charge kembali. Hal itu memang benar, tetapi itu hanya untuk baterai dengan bahan nikel, yang saat ini sudah mulai ditinggalkan, sehingga saran di atas sudah tidak relevan.
Smartphone-smartphone modern saat ini sudah menggunakan baterai berbahan litium-ion, yang cara perawatannya pun juga berbeda dari baterai bahan nikel.
Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya yang disimpan di dalamnya tetap di atas 50 persen atau minimal 20 persen.
Meski begitu, sesekali daya baterai juga perlu "dikuras" hingga habis, misalnya sekali dalam sebulan untuk keperluan kalibrasi.
Jangan "di-charge" semalaman
Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger semalaman sambil ditinggal tidur juga ternyata tidak baik. Walau beberapa charger bisa memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen, membiarkan baterai selalu berada dalam kondisi 100 persen terisi juga tidak baik.
Mengisi baterai sebentar saja hingga terisi penuh secara berkali-kali malah lebih baik untuk kesehatan baterai dibanding dibiarkan dalam kondisi nol persen atau 100 persen secara terus-menerus.
Baterai litium juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya sebab baterai tersebut juga memiliki komponen yang bisa digunakan untuk merusak baterai sendiri untuk mencegah agar baterai tidak meledak. Walau tidak terjadi tiap hari, pengguna wajib waspada.
Hindari tempat yang panas
Hindarkan smartphone dari tempat-tempat yang panas, misalnya di dashboard mobil di bawah kaca depan mobil, walau smartphone dalam keadaan mati sekali pun. Sebab, panas yang terpapar bisa merusak baterai.
Baterai litium idealnya disimpan dalam suhu 15 derajat celsius. Suhu ekstrem yang bisa ditangani adalah antara minus 40 hingga 50 derajat celsius.
Langsung ke soket listrik
Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan. Walau saat ini diperkenalkan metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut juga menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai.
Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan aman jika dibanding menghubungkan smartphone dengan USB komputer atau laptop menggunakan kabel data/charger.
Tutup aplikasi yang tidak terpakai
Terkadang banyak aplikasi yang
working in background, seperti aplikasi-aplikasi messenger yakni, BBM, KakaoTalk, LINE, Facebook Messenger, dll. Nah, aplikasi-aplikasi tersebutlah yang terkadang menguras baterai tanpa kita sadari. Biasanya Smartphone-smartphone telah menyediakan widget yang menunjukkan aplikasi yang sedang berjalan. Nah, lewat widget tersebut hentikanlah proses aplikasi tersebut. Namun hendaknya kamu melakukan backup atau sejenisnya jika sedang menggunakan program seperti Word, Excel, dll. agar nantinya saat kamu force-close tidak terjadi kehilangan file.
Turunkan Tingkat Kecerahan Layar
Yang satu ini patut dipertimbangkan baik-baik sob. Jangan terlalu gelap, jangan terlalu terang, normal saja. Karena kalau terlalu terang bakal merusak mata kita dan menguras baterai, dan kalau terlalu gelap mata kita juga bisa rusak karena memaksa mata untuk cepat beradaptasi dengan layar segelap itu.
Matikan atau Batasi Notifikasi
Ternyata notifikasi-notifikasi yang sering dibunyikan(?) aplikasi messenger seperti BBM, Facebook Messenger, LINE,dll. menguras baterai sedikit demi sedikit. Suara dibunyikan setiap ada pesan yang masuk. Dan setiap pesan yang masuk menguras sedikit baterai, ingat kata pepatah sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Sedikit- sediki bunyi yang dikeluarkan lama-lama akan banyak maka baterai pun ikut terkuras.
Hindari Live Wallpaper
Tahu ga kalau Live Wallpaper yang biasa kita pasang ternyata menguras baterai! Karena proses bekerjanya yang ekstra seperti mengubah cuaca sesuai cuaca yang sebenarnya dan animasi-animasi yang biasa diselipkan di Live Wallpaper ini Live Wallpaper kadang dapat menguras habis baterai kita.
Gunakan aplikasi penghemat baterai
Sekarang sudah banyak aplikasi yang membantu kita meningkatkan banyak waktu hidup baterai. Nah lewat aplikasi tersebut kamu bisa atur dan tutup aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan. Jadi apa bedanya dengan widget-widget yang diberikan oleh Smartphone tersebut? Jika kita menggunakan aplikasi penghemat baterai seperti Battery Doctor, maka akan ada reminder untuk menutup aplikasi-aplikasi yang tidak digunakan tersebut. Jadi kalau kamu lagi sibuk ga sempet ngecek manual. Makan Battery Doctor bakal ngasih kamu saran untuk menutup aplikasi-aplikasi tertentu, dan juga ada tabel yang menunjukkan aplikasi yang paling menguras baterai jadi kamu bisa pikir-pikir mau uninstall atau tetap terinstall. Battery Doctor juga ngasih bar yang memberi gambaran berapa jam Smartphone kamu dapat bertahan. Kalau masih penasaran mending langsung diinstall aja deh Batter Doctornya! hehehe..
Gimana?? tips-tips diatas apakah ada yang berguna untuk kamu?? berikan tips ala kamu juga ya.. di comment box..
See Ya On The Next Post!
Felix Halim
Sumber: Kompas Tekno & Niwida
Related Posts